HyeSoosSong

Akhirnya, Barang Mewah di Banggar Akan Diganti

Posted by : Dini Annisa Humaira
25 Januari 2012

 Sekjen DPR Nining Indra Saleh menjelaskan kepada wartawan mengenai Ruang Badan Anggaran yang baru di kompleks Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/1). Ruang di Gedung Nusantara II DPR ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 20 miliar. Upaya renovasi itu untuk mengoptimalkan kapasitas ruang, memperbarui sistem penerangan, pendingin, sound system, akustik, lantai, dan plafon.

JAKARTA- Pihak-pihak yang mengurusi renovasi ruang kerja Badan Anggaran atau Banggar DPR akhirnya bersedia untuk mengganti berbagai barang impor yang sudah ada di ruang Banggar. Langkah itu untuk menghemat keuangan negara.

Ketua Badan Kehormatan DPR M Prakosa mengatakan, pihak konsultan proyek dan Sekretariat Jenderal DPR dapat menerima rekomendasi BK agar berbagai barang impor ditukar dengan barang lokal.
"Dengan seperti itu, setidaknya setengah biaya renovasi bisa dikembalikan ke negara," kata Prakosa seusai rapat dengan konsultan proyek dan Setjen di Komplek DPR, Rabu (25/1/2012).

Menurut Prakosa, penggantian barang akan dilakukan dalam satu dua hari ke depan. Namun, dia tak merinci barang apa saja yang akan ditukar.

Seperti diberitakan, paling mahal dalam proyek itu adalah pengadaan kursi dari Jerman dengan total Rp 4 miliar. Harga satu kursi itu mencapai Rp 24 juta. Selain itu, pengadaan tiga layar LED senilai Rp 1,3 miliar.
Prakosa kembali mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan adanya fakta bahwa pimpinan Banggar yang menentukan spesifikasi barang mewah itu seperti yang dikatakan pihak Setjen. Menurut dia, pihak Setjen yang salah menerjemahkan permintaan pihak Banggar.

Dikatakan Prakosa, Kepala Biro Pemeliharaan Pembangunan dan Instalasi Sekretariat Jenderal DPR Sumirat selaku pejabat pembuat komitmen yang bertanggungjawab jika ada penyimpangan dalam proyek itu.

Ketika disinggung dugaan penggelembungan harga dalam proyek itu, Prakosa enggan berkomentar karena bukan wilayah BK untuk mengungkapnya. Namun, ia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai apakah masuk akal renovasi itu menghabiskan Rp 20,3 miliar. "Bisa lihat sendiri lah, kira-kira ada mark-up atau tidak," ucap Prakosa.

Source : Kompas

0 komentar:

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ