HyeSoosSong

12 Cara aneh namun ampuh meredakan stres

Posted by : Dini Annisa Humaira
0 komentar
15 Desember 2012



Lupakan yoga atau cara biasa lainnya untuk mengatasi stres Anda. Sebab ada langkah mudah, sederhana, hingga aneh namun ampuh meredakan stres yang bisa Anda coba. Seperti apa? Simak ulasannya sebagaimana yang dilansir dari US News (29/10) berikut ini.

Meniup balon
Tubuh perlu oksigen agar membuat Anda lebih tenang. Jadi segera ambil balon dan tiup dengan sekuat tenaga. Aktivitas ini secara tidak langsung akan memaksa Anda bernapas lebih pelan dan dalam sehingga membuat otot lebih rileks.

Tertawa
Anak kecil rata-rata tertawa 140 kali sehari, sementara orang dewasa melakukannya 12-14 kali saja. Padahal tertawa mampu meningkatkan produksi hormon endorphin yang membuat Anda lebih bahagia dan jauh dari stres.

Bahasa aneh
Abba gabba beee du jaaah. Tahu bahasa ini? Cuma ungkapan aneh yang tidak bermakna. Coba ciptakan bahasa aneh untuk berkomunikasi dengan teman. Saat berbicara, Anda akan terdengar lucu dan akhirnya tertawa bersama teman, stres pun hilang.
Main drum
Main drum membantu Anda meluapkan amarah dan menyingkirkan stres yang dialami. Sebab ketika bermain drum, Anda secara tidak langsung akan bersenang-senang dan menjauhkan diri dari stres.

Mendengar suara ibu
Sebuah penelitian membuktikan jika gadis kecil sedang stres, mendengar suara ibu akan membuat mereka lebih tenang. Jadi segera ajak ibu mengobrol saat Anda merasa stres.

Menjauhi berita
Matikan televisi, komputer, laptop, dan tutup dulu koran atau majalah yang Anda baca. Setidaknya menjauhi berita akan membuat pikiran Anda lebih tenang, rasa cemas menurun, dan merasa rileks selama beberapa saat.

Memanjat pohon
Cara aktif, menyenangkan, dan kekanak-kanakan ini juga patut dicoba. Sebab setelah memanjat pohon, Anda akan lebih bergembira dan melupakan stres yang dialami.

Memotong rumput
Bau rumput segar memberi pengaruh pada diri Anda. Selain lebih rileks, penelitian juga membuktikan memotong rumput akan menghambat produksi hormon stres pada otak.

Mengumpat
Boleh saja Anda mengumpat ketika sedang stres. Sebab ternyata mengumpat juga ampuh meredakan penat di dalam kepala. Namun ingat, jangan memaki dan mengumpat di depan orang lain. Bisa saja mereka tersinggung dan Anda justru malah mendapat masalah besar.

Senam wajah
Lakukan senam wajah sambil bercermin ketika sedang stres. Lihat betapa lucu dan konyolnya muka Anda. Sedetik kemudian Anda pasti tertawa dan melupakan stres yang dialami.

Bermain
Cara ala Spongebob yang meniup gelembung juga bisa Anda tiru untuk meredakan stres. Selain itu, Anda sebaiknya berjalan-jalan, bermain trampolin, atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya. Semua itu bisa mengalihkan perhatian Anda dan mengubah stres menjadi perasaan yang menyenangkan.

Perpustakaan aneh
Cara aneh namun ampuh terakhir untuk meredakan stres adalah menciptakan perpustakaan aneh. Di dalamnya, letakkan gambar, lirik, surat, foto, video, atau apapun yang berharga milik Anda. Setiap merasa stres, cukup pergi ke perpustakaan aneh dan hibur diri Anda dengan hal-hal berharga di dalamnya.

Itulah berbagai langkah aneh sekaligus ampuh untuk mengusir stres. Atau, Anda memiliki cara lain yang juga tidak biasa demi menyingkirkan stres?


Read More....

Parodi seputar wacana redenominasi

Posted by : Dini Annisa Humaira
0 komentar




Belakangan ini, publik kembali disajikan wacana mengenai rencana penyederhanaan nilai mata uang rupiah atau yang lebih dikenal dengan redenominasi.

Bagi sebagian orang, wacana ini tergolong baru, sehingga banyak yang tidak memahami soal redenominasi. Tidak bisa dipungkiri, banyak yang mengira kebijakan tersebut sama dengan sanering. Padahal sanering adalah pemotongan nilai mata uang.

Pemerintah akan memberlakukan kembali satuan sen untuk mata uang rupiah. Tidak itu saja, pemerintah dan BI berencana menghilangkan tiga angka nol. Dengan kata lain, Rp 1.000 akan menjadi Rp 1, Rp 10.000 akan menjadi Rp 10, Rp 100.000 akan menjadi Rp 100.

Di balik makin gencarnya wacana mengenai penerapan redenominasi, muncul fenomena parodi atau guyonan di sekitar wacana redenominasi. Parodi tersebut menyebar melalui berbagai cara, mulai dari BlackBerry Messenger (BBM), email, jejaring sosial seperti twitter maupun facebook.

Salah satu parodi yang beredar di dunia maya bicara mengenai penolakan wacana redenominasi dari berbagai kalangan di Tanah Air.

Berbagai elemen yang keberatan dengan Redenominasi:

1. Bupati

Bupati Kepulauan Seribu keberatan kalau nanti setelah redenominasi menjadi Bupati Kepulauan Satu.

2. Marga Pasaribu keberatan menjadi Marga Pasatu.

3. Ahli bahasa

Para ahli bahasa tidak setuju kalau ungkapan 'mengambil langkah seribu' karena akan menjadi 'mengambil langkah satu'. Atau ungkapan 'seribu janji' yang jika sudah diredenominasi menjadi 'satu janji'.

4. Sastrawan

Penyair dan sastrawan di Tanah Air keberatan jika sajak Chairil Anwar yang berbunyi 'aku ingin hidup seribu tahun lagi' setelah redenominasi menjadi 'aku ingin hidup satu tahun lagi'.

5. Ulama

Para da'i sejuta umat tidak mau diganti jadi da'i seribu umat.

6. Ahli biologi

Mereka tidak setuju ikan seribu dan binatang kaki seribu diganti menjadi ikan satu dan binatang kaki satu setelah redenominasi diberlakukan.

7. Artis

Artis senior Titiek Puspa keberatan kalau lirik lagu 'jatuh cinta sejuta rasanya' diganti jadi hanya 'jatuh cinta seribu rasanya' setelah redenominasi.

Para artis tidak setuju acara malam 'sejuta' bintang dikurangi jadi malam 'seribu' bintang.

8. Para jutawan tidak mau disebut ribuwan.

9. Masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur

Masyarakat di dua daerah tersebut tidak mau mengganti 'nyuwun sewu' jadi 'nyuwun setunggal'.

10. Teks pidato yg berisi ungkapan 'beribu-ribu maaf' sulit diubah jadi 'bersatu-satu maaf'.

11. Abu Nawas pun keberatan kalau kisah 'Seribu Satu Malam' diubah menjadi 'Satu malam'.

12. Pemilik akun twitter @TrioMacan 2000 tidak setuju jika nantinya menjadi @TrioMacan 2.

Menanggapi munculnya parodi terkait redenominasi, pengamat mata uang Farial Anwar menuturkan, beredarnya parodi mengenai redenominasi bisa diartikan masyarakat ada yang pesimis dengan kebijakan pemerintah. "Ada yang mengira kebijakan ini konyol, paling buntutnya tidak akan jalan, wasting time, buang waktu, dan lain-lain," ungkap Farial kepada merdeka.com, Selasa (11/12) malam.

Dia berharap kebijakan terkait redenominasi tidak dibuat parodi. Alasannya, parodi tersebut dikhawatirkan bisa menjadi pandangan masyarakat dan akhirnya menyesatkan. Berangkat dari munculnya parodi-parodi tersebut, pemerintah memiliki tantangan besar untuk menjelaskan kepada masyarakat mengenai kebijakan penyederhanaan mata uang.

"Pemerintah bisa menggunakan media sosial untuk menjelaskan soal kebijakan itu agar masyarakat memahami dan menganggap kebijakan ini bukan guyonan," jelasnya.

Cr : Merdeka

Read More....

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ