Pejju (9) bocah penghirup bensin mendapat pengawalan ketat dari kakaknya Rahman dan ibunya Titi untuk menjaga Pejju agar tidak kembali menghirup bensin.
BULUKUMBA - Demi kesembuhan sang adik untuk tidak kembali menghirup bensin, Rahman (12) terpaksa putus sekolah. Anak kelima pasangan Ali dan Titi tersebut rela meninggalkan sekolahnya agar sang adik Pejju (9) dapat sembuh total. Pasalnya, Pejju yang baru berhenti menghirup bensin sejak sebulan terakhir ini hanya mau mendengar dan ditemani oleh kakaknya Rahman. Sementara orang tua mereka harus banting tulang mencari nafkah sebagai buruh pemecah batu kali untuk memenuhi kebutuhan ke tujuh anaknya.
"Rahman sudah duduk dibangku kelas IV, dia harus tinggalkan sekolahnya karena harus menjaga Pejju. Sementara saya dan suami harus meninggalkan mereka untuk mencari rezki sebagai buruh pemecah batu kali," jelas Titi, ibu Pejju, kepada Kompas.com pada Minggu (6/5/2012).
Titi mengatakan, jika tidak dijaga oleh Rahman, Pejju biasanya pergi ke jalan dan mencari bensin untuk dihirupnya. Apalagi di saat ada kendaraan yang sedang terparkir, Pejju menghampiri dan menghendus-enduskan hidungnya ke badan kendaraan. Bahkan, Pejju juga sering ditabrak kendaraan ketika sedang menyebrang ke jalan, hal itulah yang membuat anak kelima-nya itu mengakhiri sekolah.
"Biasa kalau Rahman pulang sekolah melihat adiknya sudah terluka akibat diserempet kendaraan hatinya langsung sedih," ujar Titi.
Seperti yang diberitakan setahun lalu, Di rumah panggung dengan dinding beranyaman bambu dan beratap rumbia yang sudah sobek sana-sini, Pejju, bocah kurus kering ini, tinggal bersama kedua orangtuanya dan enam kakaknya. Aroma anyir tercium dari rumah panggung yang di bawahnya menjadi kandang bebek tersebut.
Source : Kompas



0 komentar: