HyeSoosSong

Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
25 Juni 2012

Lumut Kerak


PARIS, HyeSoosSong - Penelitian European Space Agency (ESA) di International Space Station (ISS) mengungkap bahwa lumur kerak mampu bertahan dari kondisi ekstrim di antariksa dan tetap hidup.

Lumut kerak sebelumnya dikirim ke antariksa dalam paket Expose-E Experiment pada tahun 2008. Lumut kerak tidak diberi perlakuan khusus, berbeda dengan astronot di ISS.

"Kami mengeksplorasi batas-batas kehidupan," kata Rene Demets dario ESA seperti dikutip Science Daily, sabtu (23/6/2012).

Lumut kerak harus menghadapi radiasi Matahari dan perubahan temperatur antara -12 derajat Celsius hingga lebih dari 40 derajat Celsius. Setelah 18 bulan, sampel dikembalikan ke Bumi pada tahun 2009.

Hasil riset menunjukkan, tanpa proteksi atmosfer Bumi yang menyerap radiasi dan menstabilkan temperatur, lumut kerak tetao bisa hidup. saat dikembalikan ke Bumi, lumut kerak tumbuh secara normal.

Pada kondisi yang tidak menguntungkan, Rene menjelaskan, "Organisme ini akan memasuki masa dormansi menunggu kondisi yang lebih baik untuk hidup normal."

Hasil studi ini membuka banyak peluang. Pertama, secara saintifik, membuka kemungkinan bahwa makhluk hidup di Bumi berasal dari luar angkasa.

Studi menunjukkan kebenaran teori panspermia, bahwa kehidupan bisa menyebar antar planet, bahkan antar tata surya. Organisme mungkin menumpang asteroid untuk menyebar ke planet lain.

Berdasarkan hal tersebut, sangat mungkin bagi manusia untuk meneybarkan benih kehidupan ke planet-planet lainnya.

Dari sisi bisnis dan kesehatan, kemampuan lumut kerak bertahan melawan radiasi juga berprospek. Lumut kerak bisa dikembangkan menjadi tabir surya yang ampuh melindungi kulit.

Sumber :

Via :
Sains.kompas
Read More....

8 Juni 2012



GEORGIA - Bagaimana tingkah serangga terbang saat hujan tiba? Terutama, serangga seperti nyamuk yang beratnya 50 kali lebih ringan daripada butiran air hujan.

Jika dipikirkan, pasti serangga seperti nyamuk pasti sangat menderita. Mereka mungkin bakal seperti manusia yang tertimpa karung beras 100 kg saat hujan. Tapi, apakah memang demikian?

Studi yang dilakukan oleh Andrew K Dickerson dari Georgia Tech menunjukkan bahwa nyamuk tak sedemikian menderita. Mereka punya cara untuk menyiasati, menghindari dari ancaman.

Dickerson dan rekannya mempelajari perilaku nyamuk saat hujan di laboratorium. Tentu, hujan dalam eksperimen adalah hujan buatan, dibuat dengan cara menyemprotkan airpada nyamuk.

Seperti dikutip Scientific American, Rabu (6/6/2012), saat hujan, nyamuk justru menumpang pada butiran air sedikit sebelum akhirnya melarikan diri menghindari penderitaan yang mungkin terjadi karena kejatuhan air.

Perilaku tersebut mampu dilakukan karena didukung karakteristik yang dimiliki. Nyamuk mempunyai berat tubuh yang ringan serta rangka luar tubuh yang cukup kuat. Itu mendukungnya menumpang butiran air hujan.
David Hu, ilmuwan lain yang terlibat penelitian, seperti diberitakan Daily Mail, Kamis (7/6/2012), mengatakan bahwa nyamuk juga memiliki cara melepaskan diri ketika air hujan memang telah menghantamnya.

Saat air hujan menghantam, nyamuk tak memberi perlawanan. Mereka menerima selama beberapa detik. Setelahnya, mereka membuat gerakan semacam tendangan dengan kakinya sehingga bisa terbang bebas.
Jadi, dalam mengatasinyamuk saat hujan adalah tipikal makhkuk hidup yang ikut arus. Fakta ini menunjukkan kecerdasan si nyamuk. Studi ini dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences baru-baru ini. 

Sumber :

Via :
sains.kompas
Read More....

14 Mei 2012

         Spora terpencar dari jamur yang menginfeksi semut.      


PENNSYLVANIA, HyeSoosSong.blogspot.com - Semut pun bisa diserang zombie. Dalam dunia semut, zombie adalah jamur yang bisa menginvasi hingga ke otak, menyebabkan kematian dan akhirnya membangun koloni di eksoskeletonnya.

Semula, dikira si jamur zombie begitu meraja, tak terkalahkan. namun, studi terbaru menunjukkan bahwa jamur zombie itu bisa dikalahkan oleh organisme lain yang juga jamur.

David Hughes dari Pennsylvania State University mengungkapkan bahwa jamur yang bisa menyerang jamur zombie adalah jamur putih. Jamur ini menganggap bahwa bangkai semut adalah makanan enak untuk disantap.

Menurut Hughes, adanya jamur putih mencegah serangan jamur zombie meluas, menginfeksi semua semut dalam ssatu koloni. Jadi, jamur putih ini bermanfaat bagi semut.

"Melihat koloni, ini adalah hal bagus bagi semut. Musuh dari musuh saya ternyata adalah teman bagi saya," kaya Hughes seperti dikutip New York Times.

Serangan jamur zombie mampu membunuh semut dalam 7-9 hari. Setelah satu atau dua bulan kemudian, jamur putih datang dan menyerang jamur zombie yang sudah mulai berkembang.

Untuk mendapatkan hasil ini, Hughes meneliti populasi semut di Brazilia dan Thailand. Hasil studi Hughes dipublikasikan di jurnal PLoS ONE yang terbit baru-baru ini.

Hughes mengatakan, hubungan semut, jamur zombie dan jamur putih menunjukkan kompleksitas relasi dalam suatu eksosistem, terutama kehidupan di wilayah hutan hujan tropis yang tak punya musim dingin.

"Hidup menjadi waktu untuk mencari makanan tanpa henti. Kita belum mampu mempelajari secara mendalam kompleksitas interaksi yang ada di sana," urai Hughes.

Sumber :
New York Times

Via :
Kompas
Read More....

12 Mei 2012


Salah satu temuan mutakhir di dunia sains yang menjadi buah bibir di kalangan ilmuwan adalah apa yang disebut prinsip antropis.


Prinsip ini mengungkapkan bahwa setiap detail yang terdapat di alam semesta telah dirancang dengan ketepatan yang sempurna untuk memungkinkan manusia hidup. Contoh kecil dari prinsip antropis ini dapat kita temukan pada fakta-fakta yang berkaitan dengan keberadaan bumi.

Dalam hal ini, seorang astronom amerika Hugh Ross dalam bukunya yang berjudul 'The Fingerprint of God, Recent Scientific Discoveries Reveal The Unmistakable Identitiy of The Creator' telah membuat daftarnya sendiri sebagai berikut.

1. Jarak bumi dengan matahari




Jarak matahari ke bumi adalah 149.669.000 kilometer (atau 93.000.000 mil). Jarak ini dikenal sebagai satuan astronomi dan biasa dibulatkan (untuk penyederhanaan hitungan) menjadi 148 juta km.

Dibandingkan dengan bumi, diameter matahari kira-kira 112 kalinya. Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi. Sinar matahari menempuh masa 8 menit untuk sampai ke bumi.

Jika lebih jauh:
Planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil.

Jika lebih dekat:
Planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil

2. Gravitasi di permukaan bumi




Gravitasi permukaan dari sebuah obyek astronomi (planet, bintang, dll) adalah percepatan gravitasi yang berlaku pada permukaan obyek tersebut. Gravitasi permukaan bergantung pada massa dan radius obyek tersebut. Seringkali gravitasi permukaan dinyatakan sebagai rasio dengan ketentuan yang berlaku di bumi.

Jika lebih kuat:
Atmosfer bumi akan menahan terlalu banyak gas beracun (amoniak dan methana)

Jika lebih lemah:
Atmosfer bumi akan terlalu tipis karena banyak kehilangan udara

3. Periode rotasi bumi




Rotasi bumi merujuk pada gerakan berputar planet bumi pada sumbunya dan gerakan di orbitnya mengelilingi matahari.

Jika lebih lama:
Perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar

Jika lebih cepat:
Kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi

4. Albedo


Albedo merupakan sebuah besaran yang menggambarkan perbandingan antara sinar matahari yang tiba di permukaan bumi dan yang dipantulkan kembali ke angkasa dengan terjadi perubahan panjang gelombang (outgoing longwave radiation).

Perbedaan panjang gelombang antara yang datang dan yang dipantulkan dapat dikaitkan dengan seberapa besar energi matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Jika lebih besar:
Zaman es tak terkendali akan terjadi

Jika lebih kecil:
Efek rumah kaca tak terkendali akan terjadi

5. Aktivitas gempa



Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut.

Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Jika lebih besar:
Terlalu banyak makhluk hidup binasa

Jika lebih kecil:
Bahan makanan dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik

6. Ketebalan kerak bumi




Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km, sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km.

Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.

Jika lebih tebal:
Terlalu banyak oksigen berpidah dari atmosfer ke kerak bumi

Jika lebih tipis:
Aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar

7. Medan magnet bumi




Magnetosfer bumi adalah suatu daerah di angkasa yang bentuknya ditentukan oleh luasnya medan magnet internal bumi, plasma angin matahari, dan medan magnet antarplanet.

Di magnetosfer, campuran ion-ion dan elektron-elektron bebas baik dari angin matahari maupun ionosfir bumi dibatasi oleh gaya magnet dan listrik yang lebih kuat daripada gravitasi dan tumbukan.

Jika lebih kuat:
Badai elektromagnetik akan terlalu merusak

Jika lebih lemah:
Kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa


Sumber : tuanmuda.us

Via : Forum Kompas
Read More....

 Planet mengalami ketidakstabilan orbit ketika bintang kehilangan energi, menjadi bintang raksasa merah hingga akhirnya katai putih.


COVENTRY, HyeSoosSong.blogspot.com - Studi astronomi terbaru berhasil menemukan empat bintang katai putih yang sedang "memakan" planet serupa Bumi.

Penemuan ini dapat memberi cerminan tentang apa yang akan terjadi pada Tata Surya ketika Matahari mati dalam waktu 5 miliar tahun lagi.

Seiring energi Matahari habis, Matahari mengembang menjadi bintang raksasa merah. Ketika hal ini terjadi, planet seperti Merkurius, Venus dan mungkin Bumi akan "tertelan".

Pada akhirnya, bagian luar dari atmosfer bintang akan melembung membentuk nebula, meninggalkan inti padat, sebuah bintang katai putih.

Nasib planet yang tak tertelan Matahari tak kalah sial. Planet-planet lain akan mengalami ketidakstabilan orbit hingga bisa bertabrakan satu sama lain.

Bisa terjadi, suatu planet pada akhirnya akan mendekati bintang katai putih dan termakan.

Pembuktian

Adanya bintang katai putih yang memakan "Bumi" ditemukan dengan analisis atmosfer bintang tersebut. Boris Gansicke adalah, astrofisikawan dari University of Warwick di Inggris adalah penemunya.

Normalnya, atmosfer bintang katai putih terdiri atas hidrogen, helium dan elemen lain yang relatif ringan. Sebabnya, gravitasi bintang katai putih menarik unsur yang lebih berat ke intinya.

Berdasakan hal tersebut, zat kimia lain yang ada di atmosfer bintang katai putih pasti berasal dari debris yang jatuh ke bintang itu.

Untuk melihat tanda-tanda bahwa bintang katai putih mengkonsumsi planet, Gansicke mengobservasi 80 bintang katai putih dalam sinar ultraviolet dengan Teleskop Hubble.

Astronom menemukan adanya empat bintang yang atmosfernya memiliki oksigen, magnesium, besi, silikon dan sedikit karbon. Elemen tersebut adalah elemen yang diharapkan ditemukan di bintang yang memakan planet.

"Kemelimpahan yang kami temukan hampir sama dengan yang ada di Bumi. Jika Anda menjadikan Bumi debu dan menaruhnya di bintang katai putih, maka komposisi kimianya akan cocok dengan penemuan," kata Gansicke.

Sebuah bintang, bernama PG0843+516, bahkan memiliki kandungan besi lebih banyak dari katai putih lain, juga memiliki kemelimpahan belerang dan nikel. Hal ini menunjukkan bahwa bintang itu tengah melahap inti planet.

"Jika Anda penasaran dengan rupa inti Bumi, itu seperti besi murni dan nikel. Apa yang kami bayangkan adalah melihat sebuah benda yang pada sebelumnya cukup besar untuk memiliki inti besi," ungkap Gansicke seperti dikutip National Geographic, Senin (7/5/2012).

Menurut Gansicke, debu di sekeliling bintang katai putih bisa habis dalam beberapa ribu atau puluh ribu tahun. Namun, adanya potongan planet lain yang jatuh bisa menambah "makanan" yang harus dihabiskan.

Astronom belum bisa memperkirakan berapa fragmen, atau mungkin juga planet, yang tersisa dari proses ini. Belum bisa diperkirakan juga nasib planet-planet yang tak termakan.

Sumber :

Via :
Kompas
Read More....



WANGI-WANGI, HyeSoosSong,blogspot.com — Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurus masalah pendidikan dan kebudayaan, UNESCO, menetapkan kawasan Taman Nasional (TN) Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai salah satu kawasan cagar biosfer dunia yang ada di Indonesia, tanpa syarat.

Bupati Wakatobi, Hugua, di Wangi-Wangi, Kamis, mengatakan, UNESCO menetapkan kawasan TN Wakatobi seluas 1,3 juta hektar menjadi cagar biosfer dunia itu bersama 12 cagar biosfer lainnya di dunia.

Menurut Hugua, penetapan Wakatobi sebagai cagar biosfer dunia itu disepakati pada pertemuan "Penasihat Internasional Committee untuk Biosphere Reserve Program MAB UNESCO" ke-18 di Paris tanggal 2-4 April 2012.

"Pada pertemuan itu, ada 26 daerah yang dibahas menjadi cagar biosfer dunia, namun yang setujui hanya 13 daerah, termasuk Wakatobi, sedangkan lima daerah lainnya diterima dengan catatan dan lima daerah lainnya ditolak," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan ditetapkannya Wakatobi sebagai cagar biosfer dunia, maka cagar biosfer di Indonesia pada Juli tahun 2012 akan menjadi sebanyak delapan daerah.

Menurut Hugua, ada tiga kepentingan yang dilindungi UNESCO dalam menetapkan TN Wakatobi sebagai pusat cagar biosfer dunia tersebut, yaitu kearifan lokal masyarakat Wakatobi, kelestarian lingkungan, dan kepentingan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

"Kearifan lokal yang dilindungi di Wakatobi adalah menyangkut tradisi budaya masyarakat dalam memperlakukan alam dan mengambil sesuatu dari alam," katanya.

Sedangkan kelestarian lingkungan perlu dilindungi karena kawasan perairan laut TN Wakatobi memiliki keragaman terumbu karang dan biota laut yang cukup tinggi dibandingkan dengan kawasan-kawasan lain yang ada di dunia.

Jumlah spesies terumbu karang di perairan laut Wakatobi mencapai 750 spesies dari 850 spesies terumbu karang dunia. Di Laut Karibia yang banyak dikunjungi wisatawan, terutama penyelam, hanya memiliki 50 spesies terumbu karang, sedangkan Laut Merah hanya 300 spesies.

Untuk kepentingan ekonomi yang perlu dilindungi, menurut Hugua, bagaimana masyarakat di kawasan Wakatobi dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada secara berkelanjutan, tanpa mengganggu keseimbangan lingkungan.

"Tiga kepentingan itu yang mendorong pihak UNESCO menjadikan kawasan perairan laut TN Wakatobi sebagai pusat cagar biosfer dunia," katanya.

Source : sains.kompas.com
Read More....




CIBINONG, HyeSoosSong.blogspot.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun Inkubator Teknologi di Cibinong Science Center, Cibinong, Jawa Barat.Peletakan batu pertama Gedung Inkubator Teknologi tersebut dilakukan, Jumat (11/5/2012). Gedung berada di tanah seluas 5,7 hektar dengan luas bangunan 1 hektar.

Deputi Jasa Ilmiah LIPI, Fatimah Z Padmadinata, mengatakan, "Inkubator teknologi ini diharapkan bisa menjadi penyambung antara kegiatan penelitian dan komersialisasi."

Pembangunan Inkubator Teknologi juga akan memperkaya wilayah Cibinong. Jika sebelumnya hanya menjadi pusat penelitian ilmu hayati, kawasan Cibinong kini bisa berkembang menjadi kawasan bisnis berbasis hayati.

Kepala Pusat Inovasi LIPI, Bambang Subiyanto, mengatakan, "Inkubator akan menjadi tempat pertemuan akademisi, pebisnis dan pemerintahan, dalam hal ini LIPI dan Pemda."

Nantinya, inkubator teknologi akan difokuskan pada pengembangan hasil penelitian bidang pangan, pertanian dan peternakan. LIPI akan melakukan validasi teknis terkait hasil penelitian, melakukan analisis kesesuaian hasil riset dengan keinginan pasar. Potensi ekonomi juga akan dianalisis. Selanjutnya, hasil riset akan dipatenkan. Akhirnya, kapital ventura diundang untuk ikut menerapkan hasil riset para peneliti.

"Akan kita ajak pihak yang berminat untuk coba lebih dulu. Mereka juga akan berkantor di sini. Kita dari LIPI akan membantu," kata Bambang.

Dari proses di Inkubator Teknologi ini, diharapkan LIPI juga bisa mendapatkan timbal balik. "Ilmuwan bisa mendapatkan respon soal hasil penelitiannya dan apa yang harus diteliti lagi," ujar Bambang.

Kepala LIPI, Lukman Hakim, mengatakan, "Ini semua akan membutuhkan dukungan peneliti dan aktivitas di laboratorium. Peneliti harus menghasilkan sesuatu yang konkrit dan terukur."

Source : Sains.Kompas.com
Read More....

11 spesies baru yang ditemukan di Raja Ampat (dari atas, kiri ke kanan) masing-masing Pterois andover, Pterocaesio monikae, Pseudochromis jace, Pseudanthias charlenae, Pictichromus caitlinae, Melanotaenia synergos, Chrysiptera giti, Paracheilinus nursalim, Hemiscyllium galei, Corythoichthys benedetto, dan Hemiscyllium henryi.


DENPASAR, HyeSoosSong.blogspot.com - Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC) tahun ini fokus meneliti 10 spesies ikan baru dari sejumlah wilayah di Tanah Air.

"Penelitian itu bertujuan mendeskripsikan jenis ikan baru dari unsur genetika atau DNA," kata Dita Cahyani, Koordinator Riset IBRC di sela-sela kunjungan delegasi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Denpasar, Jumat (11/5/2012).

Menurut dia, para peneliti dari sejumlah universitas termasuk Universitas Udayana, Universitas Diponegoro, dan Universitas Cendrawasih antara lain mengidentifikasi spesies ikan dartfish, ikan hiu, dan jawfish.

Pimpinan IBRC Prof IGNK Mahardika mengatakan, jenis ikan baru yang diidentifikasi berasal dari Papua, Bali, Aceh, dan Kepulauan Karimun Jawa.

"Sebenarnya banyak sekali jenis penelitian yang sedang kami lakukan pada tahun ini, namun fokusnya terhadap spesies baru tersebut," ujarnya.

Mahardika mengatakan, selain meneliti 10 ikan jenis baru itu pihaknya juga ditawari untuk meneliti genetika ikan tuna untuk mengetahui populasi ikan tersebut.

Sumber :
ANT

Via :
Sains.kompas.com
Read More....

Lempengan tanah liat berisi nama-nama perempuan dalam aksara paku, diduga menjadi petuinjuk adanya bahasa yang belum dikenal sebelumnya.

ISTANBUL — Arkeolog yang melakukan penelitian di Turki menemukan bukti adanya bahasa yang dilupakan atau hilang. Bahasa itu berasal dari masa 2500 tahun lalu, pada masa Kerajaan Asiria.

Bukti adanya bahasa itu ditemukan dalam sebuah lempengan tanah liat. Menurut prediksi para arkeolog, lempengan tanah liat itu terbakar di sebuah istana di Tushan pada abad ke-8 SM.

Pada tablet yang ditemukan, tertulis nama-nama perempuan yang terkait dengan istana dan badan administrasi Asiria. Seluruh nama yang tertera dituliskan dalam aksara paku.

Tablet tepatnya ditemukan di wilayah Ziyaret Tepe di Sungai Tigris, wilayah tenggara Turki. Wilayah ini ialah lokasi penggalian arkeologi secara ekstensif sejak tahun 1997.

John MacGinnis, arkeolog dari McDonald Institute for Archaeological Research yang melakukan penelitian ini, mengungkapkan bahwa nama-nama yang tertera pada tablet unik dan menarik perhatian.

"Semuanya yang tertulis 60 nama. Satu atau dua adalah Asiria dan beberapa yang lain dari bahasa lain yang ada pada masa itu, seperti Luwian dan Hurrian, tetapi mayoritas dari bahasa yang tak dikenal," ungkap MacGinnis seperti dikutip Sciencedaily, Kamis (10/5/2012).

Arkeolog percaya bahwa orang-orang yang namanya mengindikasikan adanya bahasa yang belum dikenal itu berasal dari Gunung Zagros, kini perbatasan Iran dan Irak. Mereka terpaksa keluar dari kampung halamannya pada masa Kerajaan Asiria.

"Jika teori bahwa orang-orang yang bicara bahasa itu berasal dari barat Iran terbukti, ada potensi bagi kita untuk mendapatkan gambaran sebuah kerajaan pertama yang multietnis," kata MacGinnis.

"Kita tahu dari literatur kini bahwa Asiria memang menaklukkan orang di area itu. Kini kita mengetahui bahwa ada bahasa lain yang mungkin berasal dari daerah yang sama dan mungkin banyak bukti terkait keberadaannya menanti untuk ditemukan," ungkapnya.

Penemuan ini membuka pertanyaan baru, dari mana bahasa yang tak dikenal itu berasal. Ada dugaan bahwa bahasa berasal dari masyarakat Shrubian, masyarakat yang tinggal di Tushan sebelum Asiria datang.

Hipotesis lain menyebutkan bahwa bahasa itu berasal dari orang-orang Mushki, orang yang bermigrasi dari wilayah yang disebut Anatolia. Hipotesis ini dianggap kurang masuk akal.

Pandangan yang lebih kuat adalah bahasa tersebut berasal dari masyarakat yang diusir keluar oleh Asiria. Pendekatan ini dipakai agar masyarakat itu di wilayah barunya bisa lebih bergantung pada Asiria untuk mendapatkan kesejahteraan.

Lempeng tanah liat yang ditemukan kini disimpan di Diyarbakir, Turki. Hasil riset MacGinnis dipublikasikan di Journal of Near Eastern Studies.

Sumber :
SCIENCEDAILY

Via :
Kompas

Read More....

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ