HyeSoosSong

Tampilkan postingan dengan label Earth Day. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Earth Day. Tampilkan semua postingan

Video Kampanye Earth Day

Posted by : dnanshmr
0 komentar
22 April 2012


Read More....


Hari Bumi diperingati pada tanggal 22 April secara Internasional. Hari Bumi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia yaitu bumi. Peringatan Hari Bumi di Kota Pontianak akan dipusatkan di arena Car Free Day Jalan Ahmad Yani, pada hari Minggu 22 April 2012. Kegiatan ini akan dilaksanakan mulai pukul 6 pagi hingga 9 pagi, sesuai jadwal Car Free Day.  Kegiatan ini akan diisi dengan pembagian bibit pohon kepada pengguna jalan serta melakukan penanaman pohon di kawasan sekitar masjid Mujahidin.

Koordinator Kegiatan Peringatan Hari Bumi, Rudy Agus, mengatakan kegiatan ini merupakan kerjasama dengan sejumlah pihak yaitu pemerintah kota Pontianak dan organisasi kemasyarakatan. Saat ini pemerintah kota Pontianak sudah menyumbangkan bibit pohon Trembisi sebanyak 170 bibit. Sementara itu pihak lain juga ikut menyumbang 200 bibit pohon Trembisi. Secara simbolis akan dilakukan penanaman disekitar Mujahidin sebanyak 10 bibit. Selebihnya, bibit pohon Trembisi akan dibagikan kepada warga Pontianak yang hadir di Car Free Day.

Agus menambahkan alasan memilih bibit pohon Trembisi karena sejak tahun 2010, pohon Trembisi telah menjadi program nasional untuk menjadi pohon penghijauan. Pohon Trembesi  mampu menyerap 28,5 ton karbondioksida setiap tahunnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan konsentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat.

Source : volarefm.com
Read More....

Salah satu jenis kupu-kupu yang ada di penangkaran di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung , Maros, Sulawesi Selatan. TEMPO/Zulkarnain

Maros - Selama tiga hari sejumlah aktivis pencinta alam di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menggelar acara memperingati Hari Bumi. Peringatan yang dimulai Jumat, 22 April ini berlangsung hingga Minggu, 24 April. Salah satu kegiatannya memberi makan kupu kupu di lokasi penangkaran hewan bersayap indah tersebut, yaitu Taman Nasional Bantimurung Maros.

Selain itu, mereka juga menanam bunga kembang sepatu serta 1.000 pohon trembesi di beberapa lokasi. "Acara ini dikemas dalam bentuk kemah bakti sebagai upaya menjaga kelestarian alam," kata Ridwan Hamid, Ketua Panitia Pelaksana Kemah Bakti ketika ditemui Tempo di lokasi perkemahan Bantimurung.
Menurut Ridwan, pemberian makan kepada kupu kupu sebagai cara mengajak warga menjaga binatang ini dari  kepunahan. Bantimurung yang dikenal dengan penangkaran kupu kupu kini sulit mendapati hewan tersebut hidup di alam bebas. Kupu kupu banyak diburu warga untuk dibunuh dan dijadikan suvenir.

Penanaman trembesi dan bunga kembang sepatu, kata dia, dimaksudkan untuk mengundang kupu kupu supaya datang dan berkembang biak secara alami. Agar warga peduli dengan hewan ini, peringatan Hari Bumi melibatkan murid sekolah dasar hingga sekolah menengah. Mereka diperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan Taman Nasional Bantimurung yang luasnya mencapai 7.000 meter persegi.

Ridwan menambahkan, organisasi lingkungan yang terlibat dalam acara ini di antaranya Lemvaga Pencinta Alam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia,  Lembaga Swadaya Masyarakat Bumi Mentari, Forum Pemerhati Lingkungan Makassar, Lembaga Pemerhati Lingkungan Maros-Pangkep, Kelompok Pencinta Alam SMA Negeri 1 Bantimurung, serta beberapa murid sekolah dasar daerah setempat.


Direktur Bumi Mentari Andi Ilham mengatakan,  pemerintah seharusnya terlibat langsung dalam kegiatan in. "Kami butuh sinergi dengan berbagai kalangan, termasuk pemerintah," kata dia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros Andi Bustam mengatakan sangat mendukung kegiatan tersebut.

"Ke depan akan kami tingkatkan kegiatan seperti ini. Kami akan melibatkan semua elemen masyarakat dan pemerintah. Pelestarian lingkungan sangat erat kaitannya dengan pengembangan obyek wisata," ujar dia.

Source : Tempo.co
Read More....

BANDA ACEH - Sekitar 200 relawan dan aktivis dari berbagai lembaga serta komunitas peduli lingkungan di Kota Banda Aceh akan melakukan aksi mencabut paku di pepohonan dalam rangka memperingati Hari Bumi pada 22 April 2012.

"Kami akan menggelar perayaan Hari Bumi di Kota Banda Aceh dengan paku yang ada di pepohonan di sepanjang jalan Tengku Daud Beureueh hingga T Nyak Arief," kata koordinator aksi Hari Bumi Nurjannah Husein di Banda Aceh, hari ini.

Menurut dia, aksi cabut pau di pohon itu akibat rasa keprihatinan para pecinta dan pegiat lingkungan karena banyaknya pohon yang dipaku secara sembarangan untuk menempel berbagai poster terutama alat kamppanye calon kepala daerah yang maju pada Pilkada 2012.

Meskipun poster atau alat peraga kampanye telah dibersihkan namun pakunya masih tertinggal di pohon.  "Kami akan membersihkan paku yang tertinggal di pohon, kalau dibiarkan akan berdampak tidak baik terhadap prtumbuhan pohon-pohon itu," katanya.

 Aksi tersebut direncanakan diikuti puluhan relawan, aktivis dari 17 lembaga dan komunitas terdiri dari Yayasan Bumiku Hijau, Atjeh Bicycle Community, Sahabat Laut, Jaringan KuALA, Suporter Persiraja SKULL, Slankers Fans Club, WWF, Jaringan KuALA, Yayasan Lamjabat, Koalisi Pemuda Hijau Aceh, Putro Green, Volunteer Marine Community, Parkour, Remaja Pecinta Alam, Kompas TDMRC, Kavan, dan Vixon.

 Selain mencabut paku, relawan dan aktivis lingkungan juga akan membersihkan pantai Ulee Lheu dan Lhok Mata Ie Pekan Bada dari sampah serta menanam pohon. Paku dan sampah yang berhasil akan ditimbang guna mengetahui paku dan sampah yang berhasil dikumpulkan para relawan dan aktivis lingkungan.

"Kegiatan ini untuk menggugah kepedulian warga Banda Aceh dan Aceh umumnya untuk peduli terhadap lingkungan hidup," kata Direktur Eksekutif Yayasan Bumiku Hijau itu.

Source : www.waspada.co.id
Read More....

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ