HyeSoosSong

Tampilkan postingan dengan label Phobos-Grunt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Phobos-Grunt. Tampilkan semua postingan
7 Januari 2012



Wahana antariksa Phobos-Grunt akan jatuh antara tanggal 9-20 Januari 2011. Ada potensi wahana itu jatuh di Indonesia.

Dugaan terkuat, wahana ini jatuh karena tidak berfungsinya instrumen Star-Tracker yang berguna untuk navigasi serta kehabisan bahan bakar akibat panel surya membelakangi Matahari.

Astronom Ma'rudn Sudibyo mengatakan bahwa jatuhnya Phobos-Grunt bisa menjadi gambaran teknologi antariksa Rusia saat ini.

"Rusia secara teknologi memang berbeda. Mereka umumnya tidak menyertakan sistem bantuan," ungkap Ma'rudin saat dihubungi, Jumat (6/1/2012).

Tak adanya sistem bantuan menyebabkan wahana akan mudah gagal menjalankan fungsinya begitu ada permasalahan.

Menurut, Ma'rufin, satelit yang ngadat di orbit bukan hanya masalah Rusia. Amerika pun pernah menghadapi masalah ketika satelit militer Advanced Extremely High Frequency - 1 (AHEF-1) yang diluncurkan tahun 2010 dengan roket Atlas bermasalah karena roket pendorongnya ngadat.

"Namun beda dengan Phobos-Grunt, AHEF-1 punya backup thruster meski kecil. Menggunakan backup ini dan melewati 500 manuver selama 14 bulan, akhirnya sekarang AHEF-1 sudah menempati posisinya dan tinggal menjalani testing hingga Maret besok sebelum operasional selama 14 tahun ke depan," papar Ma'rufin.

Gagalnya peluncuran Phobos-Grunt bisa dibikatakan semacam "kutukan" bagi misi Mars Rusia, sebab sebelumnya Rusia juga telah beberapa kali misi ke Mars namun gagal. Tahun 2011, Rusia juga mencatat 3 kegagalan misi antariksa, yakni peluncuran Rockot, pengiriman kargo ke International Space Station (ISS) dan peluncuran Soyuz. Sepertinya Rusia masih harus bekerja keras.

Source : Kompas

Read More....

Wahana Phobos-Grunt seperti ditangkap teleskop Vandenberg

Phobos-Grunt, wahana milik Rusia yang ditargetkan menuju Phobos, bulan Mars, gagal melakukan tugasnya dan akan jatuh ke Bumi antara 9-20 Januari 2012. Dalam rentang waktu itu, wahana antariksa yang diluncurkan pada 8 November 2011 lalu tersebut akan melintasi langit Indonesia.

Waktu perlintasan Phobos-Grunt di Indonesia telah diberitakan sebelumnya dalam artikel "Ini Jadwal Perlintasan Phobos-Grunt di Indonesia", Kamis (5/1/2012). Namun, dari seluruh perlintasan, hanya ada beberapa perlintasan saja di mana Phobos-Grunt visible alias bisa dilihat.

Berikut waktu Phobos-Grunt bisa dilihat berdasarkan situs www.heavens-above.com.

8 Januari 2012 dengan magnitud 3,5 sekitar pukul 18.47 WIB
9 Januari 2012 dengan magnitud 3,4 sekitar pukul 18.20 WIB
13 Januari 2012 dengan magnitud 2,5 sekitar pukul 05.26 WIB
14 Januari 2012 dengan magnitud 2.0 sekitar pukul 04.57 WIB.

Nah, bisakah kita melihatnya dalam waktu-waktu tersebut? Perlu diketahui bahwa benda dengan magnitud 2 - 2,5 sudah terlihat sangat redup. Jadi, dengan magnitud tersebut, cukup sulit bagi manusia di Bumi untuk melihatnya, harus menemukan tempat yang tepat.

"Ini butuh langit yang benar-benar gelap agar bisa mengamatinya. Kalau di seputaran jakarta sepertinya sangat sulit," jelas astronom Ma’rufin Sudibyo lewat Facebook, Jumat (6/1/2012).

Meski demikian, Ma’rufin mengatakan bahwa pengamatan Phobos-Grunt sebenarnya tidak perlu dilakukan dengan teleskop. Selain masih pada batas penglihatan manusia, gerak Phobos-Grunt juga sangat cepat sehingga jika teleskop tak dilengkapi tracking otomatis, justru akan menyulitkan.

Tempat tepat untuk melakukan pengamatan Phobos-Grunt adalah di wilayah yang lapang dengan langit yang gelap, minim polusi cahaya. Ingat, butuh mata yang cermat untuk mengamati benda redup yang bergerak cepat seperti Phobos-Grunt.
Source : Kompas
Read More....

6 Januari 2012


Phobos-Grunt

JAKARTA - Wahana antariksa Phobos-Grunt milik Rusia yang diluncurkan pada 8 November 2011 mengalami kegagalan fungsi. Wahana itu terjebak di orbit Bumi dan akan segera jatuh menemui kematiannya dalam rentang waktu 9-20 Januari 2012.

Berdasarkan analisis astronom Ma'rufin Sudibyo, dalam rentang waktu tersebut, Phobos-Grunt akan melintas di atas Indonesia. Konsekuensinya, ada kemungkinan wahana dengan target Phobos, bulan Mars, ini akan jatuh di wilayah Nusantara.

Ma'rufin mengatakan, ada waktu-waktu yang harus diwaspadai terkait jatuhnya Phobos. Waktu tersebut adalah dini hari sekitar pukul 03.00-5.00 WIB dan sore hari mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pada saat itulah Phobos-Grunt akan melintasi Indonesia.

Apa yang harus dilakukan jika Phobos-Grunt jatuh di Indonesia? "Yang utama adalah, jika di sekitar tempat tinggal Anda mendadak ditemukan reruntuk aneh di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012 dan sebelumnya terdengar suara menggelegar di langit di kala fajar atau sore hari, jangan pernah berusaha menyentuhnya atau mendekatinya terlalu dekat," kata Ma'rufin.

Lewat akun Facebook-nya, Kamis (5/1/2011), Ma'rufin meminta agar siapa pun yang menemukan benda yang diduga reruntuhan Phobos-Grunt segera melaporkan temuan itu kepada pihak berwenang. Setelah itu, mintalah pihak berwenang untuk secepatnya menghubungi LAPAN agar prosedur penanganan sampah antariksa bisa dilaksanakan secepat mungkin.

Jatuhnya Phobos-Grunt harus diwaspadai karena diperkirakan material yang lolos hingga Bumi mencapai 200 kg. Phobos-Grunt dilengkapi material tahan panas sehingga lebih masif dari satelit UARS dan ROSAT yang jatuh tahun lalu.

Warga juga diminta tidak mendekati objek tersebut karena ada bahan kimia berbahaya berupa Dimetil Hidrazin. Bahan ini bisa mengakibatkan kulit melepuh seperti menderita luka bakar. Tidak ada jaminan bahan ini akan menguap di atmosfer.

Jika material Phobos-Grunt sampai jatuh ke kawasan padat penduduk, maka kejadian mirip jatuhnya meteor di Duren Sawit akan terulang. Meski demikian, dikatakan bahwa potensi jatuhnya komponen di daerah padat penduduk tergolong kecil.

Ma'rufin mengatakan, jika material sampai merusak rumah atau properti lainnya, warga juga diminta menyertakannya dalam laporan. Sesuai ketentuan, kerusakan akibat jatuhnya sampah antariksa akan mendapatkan ganti rugi.

Phobos-Grunt adalah misi berbiaya Rp 1,5 trilliun. Wahana ini direncanakan sampai di Phobos tahun 2012, tetapi wahana ini gagal melakukan misinya.
Source : Kompas
Read More....

Phobos-Grunt



JAKARTA - Wahana Phobos-Grunt milik Rusia yang gagal menuju Phobos, bulan Mars akan jatuh dalam rentang waktu 9-20 Januari 2012. Dampak jatuhnya Phobos-Grunt diperkirakan jauh lebih massif dari sampah antariksa yang jatuh sebelumnya, Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik NASA dan Roentgen Satellite (Rosat).

"Dengan massanya yang jumbo yakni 13,2 ton Phobos-Grunt diperkirakan bakal menyisakan sedikitnya 200 kg komponennya selamat dari pemanggangan hebat di atmosfer untuk menghantam muka Bumi," kata astronom Ma'rufin Sudibyo lewat Facebook, Kamis (5/1/2012).

Material yang mungkin jatuh termasuk kapsul tahan panas yang dirancang bisa selamat kembali ke Bumi membawa sampel batuan dan tanah Mars. Selain itu, bahan Dimetil Hidrazin dan Nitrogen Tetraoksida juga diperkirakan akan masuk ke Bumi karena tak habis menguap di udara.

Dampak jatuhnya Phobos-Grunt ada dua. Jika komponen jatuh ke kawasan padat penduduk, peristiwa seperti jatuhnya meteor di Duren Sawit bisa terulang. Sementara, bahan Dimetil Hidrazin dan Nitrogen Tetraoksida juga bisa membahayakan karena menyebabkan tangan melepuh dan mengalami luka bakar.

Masyarakat Indonesia, kata Ma'rufin, harus waspada dengan dampak jatuhnya wahana ini. Pasalnya, dalam rentang waktu 9-20 Januari 2011, wahana ini melintasi langit Indonesia. Menurut analisis Ma'rufin, dalam sehari wahana ini bisa melintasi Indonesia dua kali.

Apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia? "Yang utama adalah, jika di sekitar tempat tinggal anda mendadak ditemukan reruntuk aneh di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012 dan sebelumnya terdengar suara menggelegar di langit di kala fajar (antara pukul 3 hingga 5 WIB) atau sore hari (antara pukul 13 hingga 16 WIB), jangan pernah berusaha menyentuhnya atau mendekatinya terlalu dekat," kata Ma'rufin.

"Laporkan segera ke pihak berwenang terdekat dan nyatakan sebagai terduga reruntuk Phobos-Grunt. Mintalah pihak berwenang untuk secepatnya menghubungi LAPAN, agar prosedur penanganan sampah antariksa bisa dilaksanakan secepat mungkin," pungkas Ma'rufin.

Source : Kompas
Read More....

5 Januari 2012



JAKARTA— Wahana antariksa yang diluncurkan Rusia ke Mars, Phobos-Grunt, akan segera menemui "ajalnya". Wahana yang diluncurkan pada 8 November lalu, akan jatuh dalam rentang waktu 9-20 Januari 2012, atau dua minggu ke depan.

Phobos-Grunt sebelumnya mogok di orbit Bumi. Instrumen Star-Tracker yang berfungsi untuk navigasi gagal berfungsi. Wahana tersebut selanjutnya gagal dikontak untuk upaya pengendalian sehingga mau tak mau akan mati jatuh ke Bumi.

Ketinggian Phobos-Grunt saat ini dilaporkan terus menurun. Astronom Ma’rufin Sudibyo mengatakan, "Pada awal Januari 2012, orbit Phobos-Grunt telah merosot jauh. Tinggi rata-ratanya kini tinggal 209 km dengan perigee 183 km dan apogee 235 km." Perigee merupakan jarak terdekat terhitung dari Bumi, sementara apogee adalah jarak terjauh.

Menurut Ma’rufin, saat mogok, ketinggian rata-rata Phobos-Grunt adalah 277 km, jadi penurunannya sudah hampir 70 km.

Lewat Facebook, Kamis (5/1/2012), Ma’rufin mengatakan, "Bila perigee-nya menyentuh batas ketinggian 120 km, maka Phobos-Grunt akan menjumpai lapisan udara yang lebih padat sehingga perlambatan berlangsung lebih massif."

Ketinggian 120 km sering kali disebut titik kritis. Setelah memasuki ketinggian tersebut, benda apa pun yang akan masuk ke Bumi akan bergerak lebih cepat sehingga dalam tempo tak terlalu lama akan segera mendarat di Bumi.

Perkiraan terkini, jatuhnya Phobos-Grunt adalah pada tanggal 14-15 Januari 2012. Namun, karena atmosfer begitu dinamis, maka ada "plus-minus" waktu 5 hari. Titik jatuhnya wahana dan waktu pasti belum bisa diperkirakan saat ini.

Sementara ini, diketahui Phobos-Grunt bergerak dengan kecepatan 7,7 km per detik. Rentang lokasi jatuhnya Phobos-Grunt adalah 51 LU hingga 51 LS. Diperkirakan ada 200 kg bagian Phobos-Grunt yang selamat dari pembakaran atmosfer dan mendarat ke Bumi.

Seberapa mungkin benda tersebut jatuh di Indonesia? Dalam rentang waktu 9-20 Januari, Phobos-Grunt memang akan melintasi Indonesia. Jadi, bisa jadi juga wahana itu akan jatuh di Tanah Air. Potensi untuk jatuh di kawasan padat penduduk minim. Tapi, tetap perlu diwaspadai. "Jika di sekitar tempat tinggal Anda mendadak ditemukan reruntuhan aneh di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012, dan sebelumnya terdengar suara menggelegar di langit di kala fajar (antara pukul 03.00 hingga pukul 05.00 WIB) atau sore hari (antara pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB), jangan pernah berusaha menyentuhnya atau mendekatinya terlalu dekat," imbau Ma’rufin.


Source : kompas
Read More....


Wahana Phobos-Grunt seperti ditangkap teleskop Vandenberg

JAKARTA - Wahana Phobos-Grunt milik Rusia yang gagal menjalankan misi ke Mars diperkirakan akan jatuh ke Bumi dalam rentang waktu 9-20 Januari 2012 mendatang. Dalam rentang waktu tersebut, Phobos-Grunt akan melintasi Indonesia sehingga berpeluang kejatuhan wahana yang diluncurkan pada 8 November 2011 lalu ini.
Jika di sekitar tempat tinggal Anda mendadak ditemukan reruntuhan aneh di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012, dan sebelumnya terdengar suara menggelegar di langit di kala fajar atau sore hari, jangan pernah berusaha menyentuh atau mendekati.
Nah, kapan saja Phobos-Grunt akan melintas di langit Indonesia? Berikut jadwal pelintasan wahana itu berdasarkan hasil analisis astronom Ma'rufin Sudibyo yang dikomunikasikan lewat akun Facebook, Kamis (5/1/2012). Jadwal diperkirakan berdasarkan data dari situs www.heavens-above.com, terhitung sejak 13 Januari 2012:

1. Jumat, 13 Januari 2012 pukul 05.38 WIB
2. Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 05.09 WIB
3. Sabtu, 14 Januari 2012 pukul 16.05 WIB
4. Minggu, 15 Januari 2012 pukul 04.39 WIB
5. Minggu, 15 Januari 2012 pukul 15.35 WIB
6. Senin, 16 Januari 2012 pukul 04.08 WIB
7. Senin, 16 Januari 2012 pukul 15.05 WIB
8. Selasa, 17 Januari 2012 pukul 03.37 WIB
9. Selasa, 17 Januari 2012 pukul 14.33 WIB
10. Rabu, 18 Januari 2012 pukul 03.05 WIB
11. Rabu, 18 Januari 2012 pukul 14.00 WIB
12. Kamis, 19 Januari 2012 pukul 02.33 WIB
13. Kamis, 19 Januari 2012 pukul 13.28 WIB

Ma'rufin mengatakan, jadwal tersebut hanya dibatasi di wilayah Indonesia bagian barat. Setiap pelintasan akan berlangsung selama 1-3 menit. Belum diketahui waktu dan lokasi persisnya Phobos-Grunt akan jatuh. Namun, perkiraan terkini menyebutkan potensi terbesar jatuh pada 14-15 Januari 2012.

Seberapa besar potensi jatuh di Indonesia? Belum diketahui jawaban pastinya karena masih sulit untuk diperkirakan. Ilmuwan mengatakan, lokasi jatuhnya wahana baru bisa diketahui beberapa menit sebelum jatuh. Namun, sejarah mengungkap bahwa potensi untuk jatuh di kawasan padat penduduk minim.

"Jika di sekitar tempat tinggal Anda mendadak ditemukan reruntuhan aneh di antara tanggal 9 hingga 20 Januari 2012, dan sebelumnya terdengar suara menggelegar di langit di kala fajar (antara pukul 03.00 hingga pukul 05.00 WIB) atau sore hari (antara pukul 13.00 hingga pukul 16.00 WIB), jangan pernah berusaha menyentuhnya atau mendekatinya terlalu dekat," kata Ma'rufin mengingatkan.
Source : Kompas
Read More....

30 Desember 2011


Phobos-Grunt

JAKARTA, KOMPAS.com — Satelit Phobos-Grunt akan menghantam Bumi pada awal 2012, sekitar 12 Januari 2012 lebih kurang 5,5 hari. Jatuhnya Phobos-Grunt bukan yang pertama. Sebelumnya ada Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik NASA dan Roentgen Satellite (Rosat).

Menurut astronom amatir Ma'rufin Sudibyo, dampak jatuhnya Phobos-Grunt bakal lebih masif dari UARS dan Rosat. Ini disebabkan oleh karakteristik Phobos-Grunt itu sendiri.

"Phobos-Grunt ini lebih dari 13 ton, dua kali lipat UARS. Yang kedua, ada bagian Phobos-Grunt yg memang dirancang sangat tahan panas supaya saat balik ke Bumi tetap utuh," jelas Ma'rufin lewat akun Facebook, Rabu (28/12/2011).

Massa yang lebih besar dan adanya bahan tahan panas akan berdampak pada jumlah puing yang mencapai permukaan Bumi, yang diperkirakan akan lebih besar.

"Yang ketiga, sebagian besar massanya itu berupa Hidrazin, bahan roket hipergolik yang bagi manusia amat sangat toksik. Saat ini diperkirakan hidrazinnya sudah berubah jadi beku akibat terdampar di orbit Bumi. Namun, tatkala jatuh ke permukaan Bumi terbuka kemungkinan sisa cairan hidrazin masih ada," tambah Ma'rufin. 

Ma'rufin menjelaskan bahwa dalam proses jatuhnya dalam rentang waktu 12 Januari 2011 lebih kurang 5,5 hari, Phobos Grunt akan melintasi wilayah Indonesia. Namun, hal ini tak lantas membuat potensi jatuh di Indonesia besar. Peluang jatuh di dataran secara global adalah 1:1000.

Namun, Ma'rufin mengajak masyarakat untuk waspada dengan terus memantau pergerakan satelit. Ini bisa dilakukan lewat http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/ atau www.heavens-above.com. 

Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tak menyentuh puing satelit dan benda yang dikenainya jika ternyata satelit memang jatuh di wilayah Indonesia. Jika satelit jatuh ke rumah, maka masyarakat diminta melihat pola kerusakan dan melaporkan ke Lapan agar bisa ditindaklanjuti.

Phobos-Grunt adalah misi Rusia yang mendarat di Phobos, bulan Mars. Wahana ini bertugas mengambil sampel tanah dan batuan Phobos serta membawanya ke Bumi. Karenanya, wahana dilengkapi bahan tahan panas. Misi Phobos Grunt menelan dana Rp 1,5 trilliun. Kegagalan Rusia mengirimkan misi ke Phobos adalah yang kesekian kalinya, setelah sempat gagal pada tahun 1988 dan 1996.

Source : Kompas

Read More....


Phobos-Grunt

JAKARTA- Satelit milik Rusia, Phobos-Grunt, yang diluncurkan 9 November 2011 lalu namun gagal melaksanakan misinya akan jatuh pada awal tahun 2012.

Astronom Ma'rufin Sudibyo, Rabu (28/12/2011), mengatakan, satelit Russia-China yang gagal pergi ke Mars karena macet di orbit Bumi itu, bakal jatuh kembali ke Bumi dalam 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari. "Dan kita di Indonesia ada di proyeksi lintasan satelit tersebut selama periode itu," kata Ma'rufin.

Meski demikian, hal tersebut tak lantas membuat satelit itu berpotensi besar jatuh di Indonesia. Ma'rufin menjelaskan, potensi jatuhnya Phobos-Grunt di daratan kecil.

"Probabilitas jatuh di daratan secara global sebenarnya cukup kecil, mungkin 1 : 1000 atau lebih. Bagi daratan Indonesia juga masih cukup kecil," jelas Ma'rufin dalam posting di akun Facebook-nya.

Walau potensi jatuhnya kecil, Ma'rufin mengajak masyarakat untuk waspada, dalam arti terus memantau pergerakan satelit rusak itu. Pergerakan Phobos-Grunt biusa diikuti di lewat situs Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/.

Ma'rufin menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat jika satelit rusak ini nanti memang jatuh di Indonesia. Pertama, jangan menyentuh puing satelit ataupun benda yang dikenainya. Kedua, jika rumah menjadi korban, maka cek kerusakan dan segera laporkan ke Lapan agar bisa ditindaklanjuti. Lapan bisa melaporkan ke agen antariksa Rusia Roscosmos agar bisa mendapatkan ganti rugi.

Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan, Thomas Djamaluddin mengatkan bahwa saat ini ketinggian Phobos- Grunt adalah 189 x 250 km. Artinya, jarak terdekatnya adalah 189 km sementara jarak terjauhnya 250 km. Dalam ketinggian tersebut, belum ada yang mampu memprediksikan secara pasti lokasi dan waktu jatuhnya satelit. Jadi, tetap waspada, namun jangan termakan hoax.

Phobos-Grunt direncanakan sampai di Phobos tahun 2012 dan kembali ke Bumi tahun 2014. Wahana antariksa ini akan melakukan pengambilan sampel tanah dan batuan serta membawa sampel bakteri, tumbuhan dan hewan tak bertulang belakang. hobos adalah misi berbiaya Rp 1,5 trilliun yang sayangnya harus gagal.
Source : Kompas
Read More....


Phobos-Grunt

JAKARTA — Potensi jatuhnya sampah antariksa, baik seperti satelit yang gagal mengorbit maupun yang telah dinonaktifkan, masih tinggi. Awal 2012, bangkai satelit milik Rusia, Phobos-Grunt, akan menghantam Bumi.

Phobos-Grunt adalah wahana antariksa yang diluncurkan Rusia pada 9 November 2011 lalu dengan target bulan Mars, Phobos. Wahana antariksa tersebut ditargetkan sampai ke Mars pada 2012 dan kembali ke Bumi tahun 2014.

Phobos Grunt berencana mengambil sampel tanah dan batuan Phobos. Wahana antariksa yang berbiaya Rp 1,5 triliun itu juga membawa sampel bakteri, tumbuhan yang dikatakan bisa bertahan di lingkungan ekstrem, dan hewan tak bertulang belakang.

Astronom Ma'rufin Sudibyo, Rabu (28/12/2011), mengatakan, "Phobos-Grunt, satelit Rusia-China yang gagal pergi ke Mars karena macet di orbit Bumi itu, bakal jatuh kembali ke Bumi dalam 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari."

Sementara itu, USSTRATCOM membuat pernyataan bahwa Phobos-Grunt akan jatuh masuk ke atmosfer Bumi pada 14 Januari 2012 sekitar pukul 05.22 WIB. Satelit akan jatuh di rentang wilayah 30,7 derajat LU 62,3 derajat BT, Afganistan barat daya, sekitar kota Mirabad.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan terus mengikuti pergerakan Phobos-Grunt. Masyarakat bisa mengikuti pantauan Lapan lewat http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/.

Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, "Saat ini ketinggiannya masih 189 x 250 km." Ketinggian 189 x 250 km yang dimaksud merupakan titik terdekat dan terjauh saat ini, dipantau dari Bumi.

Thomas mengatakan, prediksi waktu dan lokasi jatuhnya satelit baru bisa dilakukan saat Phobos-Grunt masuk ketinggian 120 km atau ketinggian kritis. Pada ketinggian itu, satelit masuk wilayah atmosfer padat, mulai terbakar, dan hanya butuh beberapa waktu untuk sampai ke Bumi.

Ma'rufin mengatakan bahwa dalam rentang waktu 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari, Indonesia menjadi proyeksi lintasan satelit tersebut. Ada kemungkinan satelit itu jatuh di wilayah Indonesia, walau kecil.
Jatuhnya Phobos-Grunt adalah yang ketiga setelah UARS dan ROSAT beberapa waktu lalu. Menurut Ma'rufin, dampak Phobos-Grunt akan jauh lebih masif, salah satunya karena ukuran Phobos-Grunt yang mencapai 13 ton, dua kali lipat UARS.

Via : kompas
Read More....

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ