HyeSoosSong

Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Economy. Tampilkan semua postingan
27 Desember 2011

SHUTTERSTCOK.COM 
Ilustrasi emas batangan 


NEW YORK- Harga emas menguat seiring dengan permintaan emas yang meningkat karena dollar AS melemah terhadap euro pada perdagangan di New York, Senin (26/12/2011) waktu setempat.

Harga emas untuk pengantaran cepat naik 60 sen menjadi 1.606,95 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Senin pukul 4.54 waktu New York.

Sepanjang akhir tahun 2011 ini, harga emas telah naik 13 persen. Sementara itu, dollar AS merosot terhadap euro sebesar 0,3 persen sepanjang libur perdagangan Senin waktu setempat. Emas tetap berada di jalur pencapaian tahunan selama 11 tahun berturut-turut. Logam kuning ini diminati seiring dengan kekhawatiran akan pertumbuhan global yang melambat.

"Sekalipun ada tanda ada pemulihan dalam ekonomi AS, kekhawatiran akan ekonomi Eropa masih ada, dan banyak isu yang membutuhkan kejelasan dan arahan," ujar Reena Walia Nair, analis senior Angel Commodities Broking Pvt., ketika dihubungi Bloomberg dari Mumbai, Senin waktu setempat.

Ia pun mengatakan, mungkin ada sebuah pemulihan berupa rally (kenaikan panjang) pada awal tahun 2012 dan sejumlah penghindar risiko menyelinap setelahnya. Hal ini serupa dengan prediksi Rich Ilczyszyn, Chief Market Strategist dan pendiri Iitrader.com di Chicago. Ilczyszyn memprediksi harga emas akan naik tahun depan seiring dengan melemahnya mata uang dollar AS.

Source : Kompas
Read More....

16 Desember 2011


Ilustrasi pasar modal

JAKARTA,  — Fitch, salah satu badan pemeringkat dunia, Kamis (15/12/2011), menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- sebagai peringkat investasi sebagaimana 15 tahun lalu.

Kenaikan peringkat ini membuat risiko investasi di Indonesia berkurang dan semakin memikat investor asing ke pasar Indonesia. Menurut ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, kendati cukup mengejutkan karena sebelumnya diperkirakan baru akan diberikan tahun 2012, investor sudah memfaktorkan kemungkinan tersebut mengingat perkembangan kinerja makro Indonesia yang solid.

Sebelumnya, pada 24 Februari 2011, Fitch menaikkan outlook Indonesia dari stabil menjadi positif. 

Pertumbuhan ekonomi bertahan tinggi di 6,5 persen dengan tingkat inflasi yang rendah (kurang dari 4 persen), nilai tukar yang stabil, disertai anggaran dengan tingkat defisit yang rendah dan rasio utang PDB yang sehat," kata Lana di Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Berita peningkatan peringkat itu diperkirakan bakal mengangkat pasar modal dan uang hari ini. 

Sentimen negatif hari sebelumnya di pasar global menjalar ke Asia kemarin.

Mata uang Asia melemah terhadap dollar AS, termasuk rupiah yang ditutup turun tipis ke Rp 9.091 per dollar AS (kurs tengah Bloomberg).

Lana memperkirakan, pasar Asia akan kembali positif hari ini karena ada perbaikan sentimen di pasar global. Pasar Indonesia akan mengalami euforia menyambut peringkat investasi yang diberikan Fitch. Rupiah diperkirakan akan menguat di kisaran Rp 9.020-Rp 9.050 per dollar AS.

Source : Kompas.com


Read More....


Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa petani gula, mendatangi Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (14/12/2011) ini, untuk menolak impor gula

JAKARTA, — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau pemerintah untuk bersikap tegas dan tidak membiarkan permasalahan gula menjadi berlarut-larut.

Untuk mendukung industri nasional, pemerintah seharusnya menghentikan impor gula. Berdasarkan data yang ada, Kadin menilai pemerintah tidak perlu mengimpor gula untuk tahun depan.

"Produksi gula yang mencapai 850.000 ton per akhir Desember 2011 masih cukup untuk menyuplai kebutuhan sampai Mei 2012," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, dalam siaran pers, Jumat (16/12/2011), di Jakarta.

"Pada saat itu, petani gula juga akan mulai memanen sehingga pemerintah tidak perlu mengimpor gula, apalagi saat ini harga gula internasional sudah mengalami kenaikan," ujarnya.

Natsir menilai, tuntutan petani tebu untuk mencabut izin produsen gula rafinasi, yakni PT Makasar Tene, merupakan dampak dari tidak dikeluarkannya hasil audit perembesan gula rafinasi oleh Kementerian Perdagangan yang telah dijanjikan sejak Juni 2011 lalu.

"Seharusnya pemerintah menindak tegas perusahaan-perusahan yang menyalahi aturan. Oleh karena itu, hasil audit itu sudah semestinya dikeluarkan," kata dia menambahkan.

Pemerintah diminta tidak menunggu lagi sampai gula rafinasi itu merembet ke pasar di luar industri makanan dan minuman.

"Kalau hal ini terus terjadi, lalu siapa yang akan menyerap gula hasil petani?" kata dia.

Natsir juga khawatir, perembesan pasar gula rafinasi pada pasar konsumsi langsung akan berdampak pada rusaknya tata niaga gula secara keseluruhan. Oleh karenanya, hasil audit itu diperlukan untuk memastikan perusahaan mana saja yang terbukti melakukan pelanggaran distribusi dan pemasaran. 

"Kalau terbukti menyalahi aturan, ke depan pelakunya harus diberikan punishment dengan mengurangi jatah impor bahan bakunya (raw sugar), bukannya dikasih reward," tegas Natsir.

Terkait hal ini, Natsir juga berharap pada pihak Kementerian Perindustrian untuk tetap mengurangi impor raw sugar dan tidak menambahnya lagi.

Sumber : Kompas.com

Read More....

Copyright © 2012 HyeSoosSong | Another Theme | Designed by Johanes DJ